..::Semoga semua yang saya tulis dapat bermanfaat bagi Anda semua. Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran Anda tentang blog ini pada Buku Tamu, karena kritik dan saran saran Anda sekalian akan sangat membantu dalam pengembangan blog ini. Terima Kasih Atas Kedatangannya. Jangan bosan-bosan untuk berkunjung kemari.. =D::..
Choice For Life: tips
Choice For Life
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2009

Tips Aman Mencuci Sepeda Gunung (MTB)




Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) kadang dipergunakan untuk menaklukan medan-medan khusus - tidak selalu on-road - baik melalui medan off-road kering maupun off-road basah. Medan yang terakhir ini kadang membuat Sepeda MTB Anda menjadi ‘belepotan’, penuh dengan tanah basah yang menempel di seluruh bagian sepeda Anda, baik frame, ban maupun gear Anda. Hal ini tentunya membutuhkan penanganan khusus ketika membersihkannya.
Berikut ini tips mencuci sepeda MTB langkah-demi-langkah:

1. Air Sabun. Pertama-tama gunakan air sabun (detergen) untuk menghilangkan dan melarutkan lumpur atau tanah kotor dari seluruh body speda dan ban, menggunakan kain, sikat dan kuas. Hindari penyemprotan langsung air ke seluruh body sepeda. Karena dikhawatirkan air akan turut masuk ke laker dan gear, dimana nantinya justru akan membuat karat di dalamnya.

2. Gunakan Bensin. Khusus untuk membersihkan gear, fork - untuk jenis single/double crown - laker ban, rantai (chain) atau persendian yang lain, gunakan bensin untuk melarutkan kotoran dengan bantuan kuas. Khusus untuk rantai, bersihkan secara khusus segmen per segmen rantainya dari pasir untuk memperlancar gesekan antar segmen.

3. Oli (Penetran). Setelah seluruh sepeda bersih dari kotoran/lumpur dan tanah, semprotkan oli (penetran) ke bagian-bagian persendian tersebut, seperti chain, gear, suspension fork , dsb. Penetran juga dapat dipergunakan untuk menghilangkan jamur aluminium yang seringkali muncul pada bagian breaker-handle.

4. Pelapis Body. Gunakan pelapis body/cat - seperti pelapis body mobil - untuk memperkilau cat sekaligus menjaga warnanya supaya tidak lekas pudar.

5. Semir Ban. Gunakan semir ban, untuk lebih mempercantik penampilan sepeda MTB anda. Karena Ban merupakan salah satu komponen dominan dari sepeda MTB Anda. Kini sepeda Anda nampak seperti baru kembali.



Dikutip dari : http://tipsanda.com/2008/12/03/tips-aman-mencuci-sepeda-gunung-mtb/
From : Choice4Life

Jumat, 08 Mei 2009

Tips Nanjak dan Tips Turun

Sepeda Gunung yang pasti sangat identik dengan kegiatan menanjak dan menuruni pebukitan. Berikut adalah tips aman untuk melakukan kedua hal tersebut.Tips untuk menaklukan tanjakan. sebenarnya problem ini agak rumit namun gampang. Syarat utamanya adalah harus memiliki keseimbangan, kayuhan sepeda yang sempurna, kaki yang kuat dan gir sepeda dipasang pada posisi rendah.

Seni dan cara melewati tanjakan curam dapat digambarkan pada tiga ketrampilan teknik dasar:
(1) Posisi tubuh yang benar.
(2) Menjaga kayuhan.
(3) Mengetahui apa yang sebaiknya tidak boleh dilakukan.
Sekali kita menguasai dasarnya, tanjakan yang tidak mungkin bisa dilewati akan berubah menjadi mungkin.

Cara terbaik untuk dapat melewati tanjakan yang sangat curam adalah kita harus menguasai cara nanjak secara bungkuk. Berikut adalah aturan cara nanjak yang benar. Penting untuk kita menghemat tenaga jadi sebaiknya jangan sprint di bagian awal tanjakan. Gunakan gir yang sedang, tetap jaga kecepatan kita sepanjang bagian bawah dan di bagian mudah dari tanjakan itu. Ketika tanjakannya jadi semakin curam, ganti ke gir yang semakin rendah (enteng) dan gerakan tubuh kita, ke ujung depan saddle, tapi jangan terlalu jauh, jangan sampai ban belakang kita slip pada tiap kayuhan sepeda.

Pindahkan beban tubuh kita ke pinggang untuk menjaga sebanyak mungkin berat pada roda belakang, tanpa membuat roda depan kita terangkat. Pandanglah bagian atas tanjakan dan pilihlah jalur lintasan terbaik yang akan kita lewati. Hindarilah sebisa mungkin pada bagian yang berbatu dan terlalu becek. Dalam situasi traksi minimal, mengangkat tubuh kita dari saddle, biasanya jadi pertanda dari akhir genjotan dan dimulainya kayuhan pada tanjakan. Tetaplah dalam posisi bungkuk sampai kita sudah bisa melewati bagian yang paling curam dari tanjakan itu. Kesalahan kita sewaktu menanjak yang paling umum terjadi adalah memindahkan posisi tubuh ke depan waktu ban depan sudah melewati ujung tanjakan, padahal ban belakang masih dalam kondisi menanjak. Hal ini akan mengambil beban dari ban belakang ( yang masih di tanjakan) dan menghapus semua aktivitas tanjakan kita. Terpenting adalah untuk tidak menyerah! Kalau kebetulan kita keluar dari jalur yang seharusnya, usahakanlah bertahan dan cari jalan alternatif ke atas.

Ingat, kita tidak akan mempunyai tenaga yang sama banyaknya kalau kita sampai gagal menanjak dan harus mencoba untuk nanjak lagi.Keluarkanlah semua tenaga kita untuk melewati tanjakan itu dengan cara yang nalar dan ilmiah.

Cara Menaklukan Turunan

Berikut adalah tips untuk menaklukan turunan. Yang pasti dalam melakukan turunan ini, sangat diperlukan sikap tanpa takut dan tanpa gugup. Karena sekali kita 'goyah' sudah dapat dipastikan akan terjatuh. Setiap orang memiliki ketakutannya sendiri, namun jika orang lain bisa melakukannya.. mengapa kita tidak?

1. Ambil Posisi untuk Turunan

Langkah terpenting untuk selamat dari turunan curam, adalah dengan memindahkan berat badan ke arah ban belakang. Gerakan ini untuk memindahkan pusat berat badan kita ke ban belakang, sehingga jika kita menggunakan rem depan, sepeda yang kita kendarai tidak akan jumpalitan. Jangan ragu untuk berdiri diatas saddle sepeda. Lutut ditekuk, dan badan kita harus bungkuk di atas sepeda. Ini lah posisi turun yang benar. Membungkukkan badan di atas sepeda, agar supaya menjaga pusat berat kita di dalam batas aman, yang cukup buat roda depan supaya bisa stabil. Sekarang kita bisa bermanuver dan mengerem dengan tenang dan aman.

2. Coba Mengerem dengan Rem Depan

Memang agak repot untuk para pemula, karena mengerem dengan rem depan akan membuat para pemula goyah dan jatuh. Cuma mengandalkan rem belakang saja bisa merusak lintasan dan merusak turunan yang tadinya mudah untuk dituruni menjadi susah karena jadi ada jalur bekas rem. Coba latihan di turunan curam dengan posisi ini, dan setiap kali, gunakanlah lebih banyak rem depan, sampai benar-benar bisa mengerem dengan baik.

3. Mengendalikan Sepeda dengan Benar

Semua turunan yang curam pasti lurus, dan di bagian bawahnya akan ada jalan yang bisa dilewatin sehabis dari turunan. Tapi pada kenyataannya, semakin curam suatu turunan, maka semakin labil pula permukaannya. Jadi belajar untuk bermanuver dalam posisi tadi, adalah kunci keselamatan diri kita. Untuk melewati celah di turunan, pilih dimana jalur kita paling diagonal dari celah itu. 2 meter sebelum celah itu, lepas kedua rem. Nanti sepeda kita bakal terbang melewati celah itu.

Segera! Tekan lagi rem depan, terus rem belakangnya, kalo yakin, kita sudah melewati celah itu.Cara yang sama berlaku juga buat turunan model apa saja. Sepelan mungkin di turunan, lalu pas mau belok langsung lepas rem, dan tekan lagi remnya begitu sudah lewat belokannya. Selalu melatih kedua kegiatan ini bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.Keberanian dan modal yang cukup akan membuat Anda merasa nyaman dengan hobi ini. Kepenatan Anda terhadap rutinitas pun akan cepat hilang jika sering melakukan hobi ekstrim seperti ini.

(sumber : Majalah Manly)

Dikutip dari : http://kring-gowes.blogspot.com/2009/02/tips-nanjak-dan-tips-turun.html
From : Choice4Life

Sabtu, 11 April 2009

Jenis-Jenis Sepeda Gunung

Bagi penggemar sepeda gunung, mengetahui jenis-jenis sepeda gunung itu sangat bermanfaat sekali karena dengan mengetahui setiap jenisnya kita dapat memilih sepeda yang tepat untuk di gunakan sesuai dengan lintasannya. Untuk itu kali ini saya akan menerangkan jenis-jenis dari sepeda gunung.

Rigid Frame

Sepeda Rigid Frame MTB tidak memiliki suspensi sama sekali, seluruh frame harus meredam getaran selama melewati jalan. Beberapa desain Rigid Frame sudah dikembangkan dengan komponen khusus yang lebih lentur. Lintasan biasanya lebih rata seperti jalan raya, maklum tanpa suspensi maka getaran hanya dapat diredam oleh ban yang besar saja.

Belakang Keras (Hard Tail)

Hardtail MTB berbeda lagi dengan Rigid Frame. Mengunakan suspensi depan baik berisi oli dan spring / per atau angin. Tujuannya untuk meredam sentakan dibagian depan. Desain depan sedikit naik dari 80mm sampai 140mm. Getaran masih terasa dibagian belakang sepeda, tetapi tidak sekeras tipe Rigid bila masuk ke area cross country

Belakang Lembut (Soft Tail )

Model ini biasanya jarang ada ,walaupun secara konstruksi berbanding terbalik dengan Hard Tail dan tidak berbeda dengan konstruksi Full Suspension. Posisi suspensi dipindahkan ke bagian belakang, tetapi suspensi bagian depan ditiadakan. Getaran dari jenis Soft Tail lebih lembut dibanding Hard Tail, tetapi tidak selembut jenis sepeda Full suspension.

Peredam penuh (Full suspension )

Desain ini memiliki peredam bagian depan dan belakang. Suspensi dibagian belakang biasanya ditopang pada titik tengah sepeda dengan peer. Sayang tipe Full S MTB hanya diperuntukan bagi mereka yang menyukai offroad dan downhill.

Memilih sepeda yang cocok dengan lintasan

Jenis sepeda MTB memiliki beberapa jenis, sedangkan pengunaan lintasan sepeda sendiri dibagi menjadi 4 lintasan yaitu Cross Country / melintas jalan kampung, Bukit atau kelas All Mountain, Free ride atau dijalan biasa dan terakhir Down Hill untuk menuruni bukit saja

Jenis lintasan CrossCountry

Lintasan kampung biasanya memiliki lintasan tidak rata. 2 model sepeda yang dapat dipilih adalah hard tail atau full suspension. Tambahan gigi sepeda dibagian depan dapat ditambah menjadi 3 buah, agar ketika mendaki maka sepeda lebih ringan dipacu. bahan yang dgiunakan diharapkan lebih ringan, karena medan yang dilewati dipastikan akan turun naik dan membua penunggang terlalu capai bila berat sepeda berlebihan.

Lintasan All Mountain

Lintasan all mountain sepertinya lebih masuk kedalam dibandingkan lintasan crosscountry atau masuk kampung. Umumnya lintasan All mountain sulit diprediksi, misalnya lintasan bisa saja terhalang potongan kayu kecil, dan jalur benar benar tidak rata. Jenis sepeda paling aman untuk jenis all mountain adalah kelas full suspension, walaupun agak berat untuk mendaki, sepeda lebih tahan terhadap getaran lintasan. Jenis all mountain mendekati kesulitan ganas, karena dapat merusak sepeda. Komponen seluruh sepeda diluar frame, digunakan full spek, seperti gigi lengkap dengan urutan 10 dibelakang dan 3 didepan, atau frame jenis ringan, dan jeruji sepeda dengan lubang penuh 32 buah.

Freeride atau jalan bebas untuk sepeda

Jenis freeride sangat baik mengunakan jenis Rigid Frame, karena getaran sudah cukup diredam oleh ban. Atau dengan Hard tail sudah cukup memadai, khususnya bila melintas didaerah yang sedikit berlubang.

Turun Bukit (Downhill – DH)

Seperti jenis crosscountry, sepeda downhill membutuhkan suspensi penuh. Sepeda biasanya digunakan pada turunan saja ketika dikendarai. Berat sebuah sepeda Downhill biasanya berada diposisi 15Kg keatas. Memang lebih berat, tetapi berat tersebut dibutuhkan oleh sepeda ketika menuruni bukit. Panjang sepeda DH memiliki panjang lebih besar dibandingkan kelas lainnya. dan posisi kerangka lebih rendah dibagian belakang dibandingkan bagian depan.
Lubang rim atau roda dengan jeruji biasanya lebih banyak dibanding fullsuspension. Mengunakan lubang rim sampai 36 buah, dan rem disc break agar rem lebih kuat dan tidak hancur ketika menuruni bukit. Untuk downhill, umumnya mengunakan kontruksi jenis Full Suspension, karena diperlukan peredam ekstra.

Memilih sepeda jenis apa

Lintasan apa yang anda butuhkan, akan menentukan jenis sepeda yang anda cari. Bila anda tertarik untuk Free ride atau Cross Country, dapat memilih jenis frame sepeda atau tipe Rigid frame dan Hard Tail.

Bila kebutuhan untuk lintasan masuk kampung, dapat dipilih antara Hard tail dan Full
suspension

Sementara sepeda ingin digunakan masuk kedalam hutan / All mountain, lebih dalam dari lintasan kampung. Pilihan tetap sama seperti lintasan cross country / masuk kampung. Tetapi diutamakan dengan sepeda full suspension karena medan all mountain umumnya lebih berat dan kontur tanah benar benar tidak rata

Terakhir untuk lintasan menuruni bukit. Sangat disarankan mengunakan jenis Down Hill. Karena tekanan sepeda dilintasan akan berlipat, bahkan guncangan pada sepeda diatas getaran dari lintasan Cross country. Salah mengunakan sepeda untuk menuruni bukit, akan menghancurkan sepeda .

Dikutip dari : http://obengware.wordpress.com/2008/04/17/jenis-sepeda-gunung/
From : Choice4Life

cuap-cuap

 

komentar terakhir

about me

Foto saya
Saya adalah seorang anak muda yang mempunyai hobi blogging.

Banner

Silahkan Ambil...^_^
choiceforlife.blogspot.com

Tukeran Link Yuk...!
Silahkan copy KODE diatas..
Jika Anda akan mempublikasikan ulang postingan dalam blog ini, harap mencantumkan link blog ini http://choiceforlife.blogspot.com/. Hargailah hasil karya orang lain!!
Created by Choice For Life
Choice For Life Copyright © 2009 Blogger Template